Story Book #6
15 Januari 2025
Diam saja. Itulah yang mungkin perlu kita lakukan di saat kita terlalu memikirkan sesuatu sampai akhirnya overthinking yang sebetulnya itu belum terjadi dan belum tentu terjadi.
Ini sering kejadian terhadap diri saya pribadi tentunya. Memikirkan dan mengkhawatirkan segala sesuatu yang sebetulnya itu bukanlah urusan kita, mau dipikirakan dan dikhawatirkan sekeras apapun tidak akan akan bisa mengubah apa yang akan terjadi kemudian. Efeknya biasanya tiba-tiba perut menjadi kembung karena stress tidak terkendali memicu sekresi asam lambung berlebihan. Sakit lambung bahkan bisa mengarah kepada anxiety, sebuah perasaan cemas dan takut yang mempengaruhi secara langsung organ-organ tubuh kita. Ini pernah terjadi kepada saya.
Padahal, apa yang saya pikirakan tersebut ternyata tidak terjadi, kalaupun terjadi, imbas terhadap kehidupan biasa-biasa saja, tidak semenakutkan apa yang kita pikirkan. Sementara, tubuh kita sudah begitu keras menanggung risiko stress.
Kita harus paham bahwa segala sesuatu yang belum terjadi itu bukan urusan kita, itu urusan Tuhan, Allah Yang Maha Berkehendak. Jadi, apa hak kita mencampurinya bahkan sampai badan kita harus menanggung beban berat akibat pikiran kita sendiri. Let it go and let it flow. Biarin aja. Toh mau seperti apapun yang terjadi, kita tidak akan bisa mengelak dari ketetapan Tuhan.
Ada story bagus terkait bagaimana pikiran kita itu sangat betul-betul mempengaruhi kualitas hidup kita.
Sebuah eksperimen menggunakan hewan coba berupa tikus. Dua ekor tikus dimasukan ke dalam kandang dan dilihat perkembangannya setiap saat, kedua tikus sama-sama menunjukkan aktivitas yang bagus, sehat dan energik. Tapi ini baru permulaan. Tes yang sebenarnya baru akan dilakukan. Satu tikus ditutup kandangnya sehingga dia tidak bisa melihat apa yang ada didepannya, dan tikus lain terbuka tanpa ada penutup sama sekali sehingga dia bisa melihat apa yang ada dihadapannya. Eksperimen dilakukan dengan menempatkan predator tikus (ular) di dalam kandang terpisah.
Setelah beberapa minggu, hasilnya ternyata sangat mengesankan. Tikus yang tidak bisa melihat predatornya (karena kandangnya tertutup) kondisinya masih sehat dan energik seperti biasa. Tapi berbeda dengan tikus satunya lagi yang kandangnya tanpa penutup. Kondisinya sangat mengkhawatirkan, tidak mau makan, lesu, dan murung. Padahal kedua tikus tersebut tidak ada yang dimangsa oleh predatornya.
Dari sini kemudian disimpulkan bahwa tikus yang terus menerus melihat predatornya ternyata dia stress, tidak mau makan. Padahal predatornya di kandang terpisah dan terkunci. Sementara itu, tikus yang tidak melihat predatornya, dia hidup seperti biasa, tanpa ada rasa takut dan tidak stress sehingga dia tetap makan seperti biasa dan sehat.
Pikiran ternyata bisa sebegitu nyata mempengaruhi kualitas hidup kita. Pikiran yang tenang memberikan sinyal yang tenang bagus terhadap sel-sel tubuh kita. Sementara pikiran yang kacau dan stress setiap saat karena memikirkan sesuatu yang juga ternyata bukan otoritas kita, akan memberikan sinyal-sinyal yang bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh dan kualitas organ-organ dalam tubuh kita.